N E W S

Special Concert Shaggydog


Perayaan dua dekade eksistensi pionir ska Yogyakarta

Tak banyak, namun ada segelintir musisi atau band yang sedemikian menonjol presensinya dalam tiap perbincangan aliran musik tertentu di belantika musik Indonesia. Contohnya adalah relasi antara ska dan Shaggydog yang tak pernah mengecewakan satu sama lain. Band yang digawangi oleh Heru (vokal), Richard (gitar), Raymond (gitar), Bandizt (bas), Lilik (kibor), dan Yoyo (drum) ini mapan saja menyandang status sebagai raksasa ska Indonesia lantaran memang superior dalam popularitas, reputasi, sekaligus konsistensi.

Selama dua dasawarsa, tentu saja tren musik timbul tenggelam. Namun, Shaggydog tak pernah terhempas. Mereka sukses terus memperdengarkan ska ke khalayak yang semakin luas dengan menelurkan nomor-nomor hits yang senantiasa mencapai eksplorasi dan raihan baru.

Shaggydog lalu merayakan gemilang kiprah 20 tahunnya lewat sebuah konser bertajuk Bersinar Bersama yang dihelat pada Rabu (13/12) malam lalu. Ketukan bertempo familier dari Yoyo membuka acara, sekaligus menjadi alas bagi aksi instrumen lain untuk menyerbu masuk dan membentuk irama yang provokatif bagi para penggemar mereka. Heru yang kian necis dengan jaket kulit bergegas hadir menjadi pemandu dansa berjamaah malam itu.

"Kecoa" sebagai lagu pembuka segera disusul "Rudy"s Story" dan "Bis Kota". Ketiganya merupakan materi dalam Hot Dogz (2003), album Shaggydog yang terbilang pertama kali "meledak" sejak perlahan mereka mulai membangun level atensi yang lebih luas bagi kancah musik Yogyakarta di akhir dekade '90-an.

Gelas kertas tertuang anggur kolesom saling berpindah tangan di antara para penonton. Dalam kondisi yang kian ringan bagi mereka untuk menggerakkan kaki, lagu-lagu yang lebih gempar seperti "Kere Hore" dan "Anjing Kintamani" pun digeber. Terkait lagu yang disebut terakhir, menarik juga sayup-sayup terdengar sejumlah penonton meneriakkan "dog meat free" selaku slogan kampanye perlawanan terhadap perdagangan daging anjing.

Tujuh lagu pertama yang menyerupai pemanasan kemudian dipotong sesi rehat 15 menit untuk menyiapkan performa akustik. Sesuatu yang tak banyak dilakukan Shaggydog sebelumnya. Kesempatan ini dilancarkan lewat lagu "Putra Nusantara" yang menyuarakan problem sosial perihal kesenjangan antara laju pembangunan dan kesejahteraan masyarakat yang kembang kempis mengimbanginya. "Lagu ini buat para pekerja!," tukas Heru menyambung dengan nomor "Hidup ini". Ada emosi berbeda di kedua lagu tersebut dibanding mayoritas lagu Shaggydog lain.

Menawarkan juga kolaborasi dengan musisi-musisi tamu, pilihan sosok-sosok yang dihadirkansepertinya memang sudah dipikirkan masak-masak untuk memuaskan para penggemar Shaggydog. Pertama, diundanglah Jerinx yang tampil dengan busana rockabilly yang beda jauh dengan setelan punk rock sebagaimana biasanya ketika berperan sebagai drummer di Superman Is Dead. Di acara "Bersinar Bersama" ini, ia memainkan salah satu nomor terbesar yang pernah dikenalkan oleh Johnny Cash, yakni"Ring Of Fire" yang sempat juga digubah ulang oleh Social Distortion dan DragonForce.

Kolaborasi kedua adalah dengan NDX AKA, duo hip hop dangdut yang menjadi fenomena budaya pop lokal selama setidaknya dua tahun terakhir. Mereka membawakan "Sayang", lagu nelangsa asmara yang tersebar masif tanpa pretensi di pesisir Jawa, minimarket, bis malam, hingga tongkrongan-tongkrongan perkotaan. Selain itu, mereka juga memainkan single teranyar Shaggydog bertajuk "Ambilkan Gelas". Lagu ini mengingatkan kepiawaian Shaggydog menggarap tema dan tuturan lagu pengiring hura-hura tanpa terdikte ke arah glamor, melainkan menyasar karakter akar rumput dan eskapisme kelas pekerja dengan semangat komunal.

Terakhir, mereka juga menghadirkan Santo Brengos, sosok asli dari karya visual di sampul album Putra Nusantara. Pria berumur yang merupakan penggemar berat musik blues ini adalah saksi sekaligus legenda anak-anak mangkal Sayidan. Dari sini bisa ditebak, lagu "Sayidan" menyeruak dengan diramaikan pula oleh NDX AKA dan Jerinx yang kembali naik panggung. Massa yang sudah bergumul dengan keringat dan pengaruh kolesom kian menggila, beberapa benar-benar mengacungkan gelas di bagian chorus.

Sejumlah lagu hits seperti "Hey Cantik", "Doggy-Doggy" atau "Pion" yang menggetarkan jiwa itu memang tidak turut tertampung dalam repertoar. Tentu band yang selama dua dekade tak kehabisan energi untuk aktif memproduksi lagu memang punya konsekuensi tak selalu mampu membawakan semua lagu pentingnya di tiap panggung. Lagipula penonton sudah cukup dimanjakan dengan semaraknya lagu-lagu andalan lain semacam "Ditato", "Honey", atau "Kembali Berdansa". Selaras dengan tagar #PestaSelalu yang mejeng dan menyala di backdrop panggung, Shaggydog malam itu untuk kesekian kalinya menunjukan kembali bahwa mereka selalu tahu caranya menyemarakkan pesta.

OLEH  ROLLINGSTONE INDONESIA


KONSER TUNGGAL SHAGGYDOG


Bertahan sampai usia 20 tahun bagi sebuah band bukanlah sesuatu yang mudah apalagi dengan minimnya perubahan
Read More >>

DANCE OF PEKALONGAN


KAMIS, 5 OKTOBER 2017"PEKALONGAN BERDANSA"- SHAGGYDOG- ASTROBOY- IKMAL TOBING- DJ THINKjl. Dokter Supomo
Read More >>

INTERSPORT


InterSPORT Present : Road to WORLD STAGE QUALIFIERThe Biggest GYMKHANA in Indonesiawith :SHAGGYDOG
Read More >>